Wajib Tahu: Ini 9 Alasan Mengapa Bayi Sering Kentut, Ma | POPAC 2020, Tempat Belajar Keluarga Milenial
  • baby /
  • alasan mengapa bayi sering kentut ma

Wajib Tahu: Ini 9 Alasan Mengapa Bayi Sering Kentut, Ma

Bayi tidak berhenti kentut, berbahayakah?

img-23092019-094756-800-x-420-piksel-f3495c6e47f67ace570a2c211fdc90cd.jpg

Written by Sysilia Tanhati

Share:

Sebagai orangtua baru, Mama mungkin merasa heran mengapa bayi sering bersendawa, kentut, atau pun buang air besar. Bahkan terkadang jumlah gas yang dikeluarkan setiap jam dapat membuat Mama khawatir apakah bayi baik-baik saja.

Sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga menyebabkan banyak gas terperangkap di usus dan dikeluarkan melalui kentut. Namun selain sistem pencernaan yang belum sempurna, ada alasan lain yang harus diwaspadai, Ma.

Dengan mengetahui alasannya, Mama dapat mengambil tindakan dengan cepat dan tepat. Untuk membantu Mama, Popmama.com mengulas beberapa alasan mengapa bayi sering kentut.

Bayi Sering Kentut, Normalkah?

freepik/gntfreepik

Sistem pencernaan bayi belum sempurna dan tumbuh dengan lambat. Ketika bayi menyusui atau mengonsumsi makanan padat, sistem pencernaannya tidak memecah makanan dengan benar. Akibatnya, gas terperangkap di usus sehingga menyebabkan rasa sakit ketika dilewati. Inilah sebabnya mengapa bayi kentut begitu banyak.

Ketika bayi tumbuh dan sistem pencernaannya matang, frekuensinya pun akan berkurang.

8 Alasan Lain Mengapa Bayi Sering Kentut

pixabay/PublicDomainPictures

Selain dari pertumbuhan yang teratur, ada alasan lain mengapa bayi Mama sering mengeluarkan gas. Berikut beberapa alasan:

  • Ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh

Bayi dilahirkan dengan usus yang benar-benar bersih, yang berarti mereka tidak memiliki probiotik. Bakteri baik dalam probiotik memproses nutrisi dalam makanan dan melengkapi enzim pencernaan.

Karena itu, bayi butuh waktu beberapa bulan untuk mencerna ASI dengan benar. Ini sering menyebabkan terjadi pembentukan gas yang berlebih. Setelah bayi mengambil 'bakteri baik' melalui menyusui dan sumber makanan, kentut yang berlebihan akan berhenti.

  • Postur menyusui yang salah

Jika bayi mencoba mengimbangi pasokan ASI yang banyak, ia mungkin akan menelan banyak udara. Udara ini bisa membentuk gelembung di usus yang menyebabkan kentut yang berlebihan.

Salah satu cara untuk membantu bayi dalam situasi ini adalah beralih antara payudara satu dengan yang lain saat menyusui sehingga bayi tidak menelan udara berlebih. Mama juga dapat mencoba menempatkan bayi dalam posisi vertikal saat menyusui.

  • Mengonsumsi makanan padat untuk pertama kali

Banyak bayi menghasilkan banyak gas di tubuhnya ketika mereka diperkenalkan dengan makanan padat. Karena sistem pencernaan mereka belum matang dan hanya digunakan untuk ASI, pengenalan padatan memaksa saluran pencernaan mereka untuk bekerja lebih banyak. Ini mengarah pada pelepasan gas.

  • Sering menangis

Kehidupan di luar rahim dapat menjadi tantangan bagi bayi. Dan seiring bertambahnya usia, mereka menjadi peka terhadap dunia. Semua ini dapat membuat bayi tidak nyaman, membuatnya menangis tanpa henti. Itulah satu-satunya tanggapannya untuk segalanya. Menangis menyebabkan gas berlebih masuk ke dalam tubuhnya dan karenanya, bayi kentut berlebihan.

  • Mama memiliki banyak gas dan berefek ke bayi juga

Jika Mama mencium bau aneh pada kentut bayi, mungkin karena makanan yang Mama konsumsi. Misalnya, bawang putih, kembang kol, telur, asparagus, dan makanan kaya pati seperti kentang, nasi, roti, nasi, dan kentang dapat menyebabkan kentut bayi berbau.

Jika Mama khawatir bahwa makanan yang Mama makan menjadi penyebabnya, maka berhentilah mengonsumsi makanan ini setidaknya selama 3 hari.

  • Intoleransi laktosa

Alasan lain adalah karena bayi tidak toleran laktosa. Tubuh dewasa kita secara alami menghasilkan enzim 'laktase' untuk memecah gula seperti galaktosa dan glukosa. Tetapi kadang-kadang, tubuh bayi tidak mampu menghasilkan cukup laktosa untuk memecah gula-gula kecil ini sehingga menjadi intoleransi laktosa.

Laktosa yang tak terputus ini kemudian bergerak ke usus besar tempat berfermentasi dan diubah menjadi gas. Jadi dalam waktu dua jam setelah mengonsumsi laktosa, bayi bisa menjadi rewel atau memiliki banyak gas.

  • Gastroesophageal Reflux

Ketika bayi muntah setelah menyusu, secara medis disebut GER. Seorang bayi yang mengalami refluks mengeluarkan air liur, cairan pencernaan, ASI, dan kadang-kadang muntah. Meskipun bayi tumbuh lebih besar ketika mereka berusia di atas enam bulan, jumlah meludah dan muntah yang tidak lazim dapat membuat anak menjadi rewel dan juga memiliki banyak gas.

  • Penggunaan antibiotik

Kadang-kadang bayi menderita infeksi yang memerlukan antibiotik. Antibiotik ini sering menghancurkan mikroflora di usus mereka. Ini menimbulkan perut kembung, kentut yang berlebihan dan kadang-kadang bahkan diare.

Walaupun semua faktor ini dapat menyebabkan kentut yang berlebihan, itu masih dianggap normal dan setelah bayi memperkuat kemampuan pencernaannya, perut kembung pun hilang.

Kapan Mama Harus Khawatir?

Freepik/Phduet

Pertama-tama, jika bayi sering kentut, itu tidak berarti bayi tidak sehat.

Amati bayi terlebih dahulu. Jika Mama melihatnya sedikit menangis dan menggosok matanya, atau membuat ekspresi saat kentut, ini normal.

Namun jika Mama memperhatikan bahwa bayi terlihat sangat tidak nyaman atau menangis tanpa henti saat kentut, maka bayi mungkin menderita gas yang berlebihan. Mama juga harus memperhatikan indikator gas berlebihan pada bayi berikut ini:

  • Perut kembung,
  • bersendawa lebih dari biasanya,
  • kentut berlebihan,
  • menangis berlebihan,
  • perut kram (menangis saat Mama menekan perutnya),
  • perut keras.

Semua ini adalah indikator gas yang berlebih, tetapi masih tidak perlu khawatir. Saat bayi tumbuh, saluran pencernaannya akan menjadi lebih kuat.

Mama dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi rasa sakitnya.

Mengurangi Rasa Sakit Akibat Gas Berlebih

www.freepik.com

Mama dapat melakukan beberapa hal ini bila bayi menunjukkan tanda-tanda gas berlebih:

  • Mulailah dengan meletakkan bayi di atas perutnya dan dengan lembut menggosok dan menepuk punggungnya untuk mengeluarkan gas dari tubuhnya.
  • Gosok perut bayi dengan lembut searah jarum jam dan gerakkan kakinya dalam gerakan bersepeda.
  • Beri bayi sedikit air untuk memudahkan gas keluar darinya.
  • Kompres perut dengan kain hangat.

Tunggu selama beberapa waktu, kembungnya pun akan berkurang. Namun bila bayi sering kentut ini berlanjut selamat 1-2 hari, Mama dapat konsultasikan dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga:

Class

Class Schedule

community-22ac03de52f3e3192752815484cd4a5d.jpg
28 Sep, 13.00 Wib
Testing Popac 2021 ketiga
Speakers: Natalya KurniawatiHarumi PS
baby-health-655534c3e4f396bd06f6748dbbe8c598.jpg
28 Sep, 13.00 Wib
Testing Popac 2021
Speakers: Sandradr. Uf Bagazi, SpOGNajelaa Shihab
asian-1294104-1280-60c6dbe9ae49a5e5a3adf15546ca4e9c.png
28 Sep, 13.00 Wib
Testing Popac 2021 yang kedua
Speakers: dr. Uf Bagazi, SpOG

Bussiness Development

Niken

0811 8022 785

niken.andani@idntimes.com

Media Relations & Partnership

Saraya

0812 1886 2176

saraya.adzani@idntimes.com