Ketahui 5 Alasan Orangtua Memanjakan Anak Secara Berlebihan | POPAC 2020, Tempat Belajar Keluarga Milenial
  • kid /
  • alasan orangtua memanjakan anak secara berlebihan

Ketahui 5 Alasan Orangtua Memanjakan Anak Secara Berlebihan

Memanjakan anak secara berlebihan bisa membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang buruk lho, Ma

manjajpg-f51c0523c5b00a8c653f3f977680f3ad.jpg

Written by Fria Sumitro

Share:

Sebagai orangtua, Mama pastinya selalu menginginkan yang terbaik untuk anak. Meskipun demikian, banyak orangtua yang niatnya mencurahkan kasih sayang malah berakhir memanjakan anak.

Padahal, kedua hal tersebut jauh berbeda. Menurut Dr. Stephen Birchak, Ed. D, penulis dari buku The 5 Golden Rules, memanjakan anak akan membuatnya merasa bahwa haknya harus terpenuhi. Berbeda dengan mencintai di mana orangtua mengabdi kepada si buah hati dan tahu apa yang terbaik untuk mereka.

Kira-kira, alasan apa saja yang membuat orangtua memanjakan anak secara berlebihan?

Nah, berikut ini Popmama.com akan memaparkan informasi beberapa alasan orangtua memanjakan anak secara berlebihan. Pahami dengan betul yuk, Ma!

1. Anggapan bahwa anak adalah harta yang paling berharga

Freepik/romanticstudio

Dikaruniai seorang anak merupakan sebuah anugerah besar yang telah dihibahkan Tuhan. Tidak salah bagi Mama memandang anak sebagai sebuah keistimewaan.

Sayangnya, perilaku memanjakan anak bisa timbul akibat pemikiran ini. Anak pun lantas Mama sodorkan berbagai macam fasilitas dan barang yang sebagian besar tidak mereka butuhkan.

Seharusnya, sebagai orangtua, kita wajib paham dan pandai memilah apa-apa saja yang masuk ke dalam kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier si Kecil supaya mencegahnya menjadi seorang spoiled child.

2. Tidak tega jika menolak permintaan anak

Freepik/Tongpatong

Merupakan sebuah alasan klasik yang sering dilontarkan para orangtua. Mereka merasa kasihan jika harus melihat anaknya menangis tersedu-sedu karena permintaannya tidak dikabulkan.

Ini bisa menyebabkan anak tumbuh menjadi individu yang egois. Bahkan, jika si Kecil sudah mampu memahami dan menangkap pattern dari sikap gak tegaan Mama, dirinya mungkin sekali untuk menjadikannya sebagai sebuah ‘senjata’ untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

3. Tidak ingin anak merasakan pahitnya keadaan seperti yang mereka jalani di masa lalu

Freepik/senivpetro

Tak bisa dipungkiri kalau hidup dalam kemiskinan sungguhlah menyakitkan dan banyak sekali orangtua yang sudah menjalani pahitnya kondisi tersebut. Alhasil, muncullah dalam mindset orangtua untuk berusaha agar keturunannya tidak perlu mengalami hal serupa.

Lantas, di saat orangtua sudah memiliki uang, mereka pun langsung menyuguhkan berbagai macam fasilitas di bawah naungan alasan ‘asal anak senang’.

Dampaknya bakal membuat anak menjadi pribadi yang tidak mandiri dan tidak mau berjuang. Hilangkan pemikiran seperti itu ya, Ma!

4. Merasa cukup secara finansial untuk membelikan anak apapun

Freepik/Drobotdean\

Selaras dengan poin sebelumnya, biasanya, orangtua dengan ekonomi menengah hingga menengah ke atas sering membeli barang-barang yang anak bahkan belum mengerti kegunaan pun cara memakainya.

Nantinya, anak tidak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Si Kecil menjadi boros di masa depan karena ia bisa terus mendapatkan sesuatu tanpa harus takut kehabisan uang.

Selain itu, dikarenakan mampu secara finansial, tak jarang mereka menganggap bahwa sudah cukup bagi anak jika sudah dimanjakan oleh kebutuhan materi. Padahal, kasih sayang dan kehadiran orangtua juga diperlukan dalam proses tumbuh-kembang anak.

5. Merasa bersalah ketika harus meninggalkan anak untuk bekerja

Freepik/senivpetro

Jika Mama dan pasangan termasuk orangtua pekerja, tentu tak bisa menepis akan rasa bersalah karena tidak mampu hadir untuk si Kecil akibat terlalu sibuk bekerja.

Lantas, orangtua mengira kalau dengan menuruti semua kemauan anak, kewajiban sebagai orangtua tetap terjalankan dan keselahan meninggalkan anak pun dapat ditebus. Padahal sebenarnya tidak juga lho, Ma.

Kita harus tetap mampu meluangkan sedikit waktu untuk sekadar melakukan quality time bersama si Kecil di akhir minggu. Mama tak perlu membelanjakan uang dengan dalih mewujudkan keinginan anak karena boleh jadi, yang ia inginkan hanyalah kehadiran kita untuk bisa bermain dengannya.

Itulah tadi 5 alasan mengapa orangtua memanjakan anaknya secara berlebihan. Perlu Mama ingat bahwa mengabulkan seluruh permintaan anak tidaklah baik karena akan berimbas kepada dirinya sendiri.

Membiarkan anak merasa kesulitan sedikit tidaklah menyakitkan. Jangan sampai si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang buruk karena telah “disiksa dalam kesenangan”. Kelak, mereka tak akan sanggup menghadapi kerasnya kehidupan di luar sana.

Baca Juga:

Class

Class Schedule

kelas-ligwina-809e47230d6ebbc2e1b3d7afb78956d1.jpg
28 Sep, 13.00 Wib
Live: Trik Belanja Cermat dan Hemat agar Masa Depan Keuangan Terjamin
Speakers: Ligwina Hananto
tips-dan-trik-keluarga-sehat-di-tengah-pandemi-dengan-olahraga-bersama-81471177a7d828b457958db357c8e32b.jpg
28 Sep, 13.00 Wib
Live: Tips dan Trik Keluarga Sehat di Tengah Pandemi Dengan Olahraga Bersama
Speakers: Hilyani Hidranto
metode-terapi-kesuburan-dan-efektivitasnya-untuk-medapat-keturunan-315d27a7a9cb1251c0c0e71df6dace23.jpg
28 Sep, 13.00 Wib
Metode Terapi Kesuburan dan Efektivitasnya untuk Mendapat Keturunan
Speakers: dr. Caroline Tirtajasa SpOG(K)

Bussiness Development

Niken

0811 8022 785

niken.andani@idntimes.com

Media Relations & Partnership

Saraya

0812 1886 2176

saraya.adzani@idntimes.com